Senin, 13 Juli 2015

[002] Al Baqarah Ayat 078

««•»»
Surah Al Baqarah 78

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ
««•»»
waminhum ummiyyuuna laa ya'lamuuna alkitaaba illaa amaaniyya wa-in hum illaa yazhunnuuna
««•»»
Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga {67}.
{67} Kebanyakan bangsa Yahudi itu buta huruf, dan tidak mengetahui isi Taurat selain dari dongeng-dongeng yang diceritakan pendeta-pendeta mereka.
««•»»
And among them are the illiterate who know nothing of the Book except hearsay,[1] and they only make conjectures.
[1] That is, what they learnt through word of mouth from their scribes and priests, rather than from a direct knowledge of the scriptures. Or ‘hopes,’ or ‘lies.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah menceritakan orang-orang awam pengikut-pengikut mereka yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutar balikkan isi Taurat, baik pemimpin ataupun pengikutnya, keduanya dalam kesesatan. Di antara orang-orang Yahudi itu ada golongan ummi yaitu orang-orang yang beta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal-hafal Kitab Taurat tetapi mereka tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya dan amal perbuatannyapun tidak dapat mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu.

Mereka ini adalah kaum yang hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja tidak sampai kepada martabat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti yang tidak ada keraguan lagi. Orang-orang Yahudi itu memang banyak ingkar terhadap kebenaran, meskipun kebenaran itu telah terang dan jelas. Dan banyak mendustakan ayat-ayat Allah dan paling banyak tertipu oleh dirinya sendiri serta suka memakan harta orang lain dengan cara haram, seperti riba, mengicuh dan suap. Dalam pada itu mereka menganggap bahwa mereka adalah orang yang paling utama di antara bangsa di dunia.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan di antara mereka) di antara orang-orang Yahudi itu (ada yang buta huruf) atau orang-orang awam yang (tidak mengetahui Alkitab) maksudnya Taurat (kecuali) (angan-angan) atau kebohongan belaka, yakni yang mereka dengar dari para pemimpin mereka lalu mereka terima dan percayai. (Dan tiadalah) (mereka) yakni dalam menentang kenabian Muhammad dan soal-soal lainnya yang mereka buat-buat itu (kecuali hanyalah menduga-duga belaka) yakni dugaan yang tidak berdasarkan ilmu.
««•»»
And there are some of them, the Jews, that are illiterate, unlettered, not knowing the Scripture, the Torah, but only desires, lies which were handed down to them by their leaders and which they relied upon; and, in their rejection of the prophethood of the Prophet and fabrications of other matters, they have, mere conjectures, and no firm knowledge.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 77]•[AYAT 79]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
78of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=78&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:78


[002] Al Baqarah Ayat 077

««•»»
Surah Al Baqarah 77

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
««•»»
awa laa ya'lamuuna anna allaaha ya'lamu maa yusirruuna wamaa yu'linuuna
««•»»
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?
««•»»
Do they not know that Allah knows whatever they hide and whatever they disclose?
««•»»

Ayat ini sebagai celaan dan pukulan bagi orang Yahudi terutama bagi para pemalsu yang menyembunyikan sifat-sifat Nabi dan merubah-rubah kitab suci, seolah-olah mereka hendak menyembunyikan kekafiran dan kedustaan mereka.

Allah mengetahui tentang apa-apa yang mereka lahirkan (tampakkan), yaitu memperlihatkan keimanan dan bermuka manis. Apabila mereka beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, mengapakah mereka tidak takut akan azab Allah? Allah mengetahui apa yang nampak dan mengetahui pula apa yang tersembunyi. Allah akan memberikan balasan terhadap perbuatan mereka itu dengan menimpakan kehinaan pada mereka di dunia dan siksa yang pedih di akhirat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tidakkah mereka ketahui) Pertanyaan di sini menunjukkan pengakuan, sehingga kalimat ini berarti bahwa mereka benar tidak mengetahui sedangkan wau yang terletak di depan menyatakan athaf atau adanya hubungan (bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan) tentang masalah-masalah tersebut hingga seharusnya mereka akan lebih hati-hati dan waspada.
««•»»
God says: Know they not (the interrogative is affirmative, the inserted wāw [of a-wa-lā] is to indicate the supplement) that God knows what they keep secret and what they proclaim?, that is, what they hide and what they reveal in this matter and all other matters, so that they may desist from these things.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 76]•[AYAT 78]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
77of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=77&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:77


Rabu, 03 Juni 2015

[002] Al Baqarah Ayat 076

««•»»
Surah Al Baqarah 76

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
««•»»
wa-idzaa laquu alladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaa ba'dhuhum ilaa ba'dhin qaaluu atuhadditsuunahum bimaa fataha allaahu 'alaykum liyuhaajjuukum bihi 'inda rabbikum afalaa ta'qiluuna
««•»»
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?" {66}.
{66} Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"
««•»»
When they meet the faithful, they say, ‘We believe,’ and when they are alone with one another, they say, ‘Do you recount to them what Allah has revealed to you, so that they may argue with you therewith before your Lord? Do you not apply reason?’
««•»»

Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka, yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang-orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi saw mereka berkata, "Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran dan bahwa Muhammad saw itu memang pesuruh Allah yang telah diterangkan di dalam kitab Taurat." Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka. Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya itu dengan mengatakan, "Mengapa mereka mengabarkan kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad saw. secara khusus di dalam Taurat. Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorangpun mengetahuinya karunia kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengatakan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah.

Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat yang buruk dari padanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan jika mereka berjumpa) maksudnya jika orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik itu bertemu dengan (orang-orang beriman, mereka mengatakan, "Kami pun telah beriman") bahwa Muhammad itu adalah seorang nabi yang telah diberitakan kedatangannya dalam kitab suci kami, (tetapi bila mereka telah kembali) atau berada (sesama mereka, maka kata mereka) yakni para pemimpin mereka yang bukan munafik kepada yang munafik itu, ("Apakah kamu hendak menceritakan kepada mereka) maksudnya kepada orang-orang mukmin (tentang apa yang telah dibukakan Allah kepada kamu) artinya tentang hal-hal yang telah diberitahukan Allah kepadamu dalam Taurat mengenai sifat-sifat dan ciri-ciri Muhammad (sehingga dengan demikian mereka dapat mematahkan alasanmu) `lam` di sini berarti `mengakibatkan` (dengannya di sisi Tuhanmu) yakni di akhirat kelak, di mana mereka akan dapat mengajukan bukti penyelewenganmu, yaitu tak hendak mengikuti Muhammad padahal mengetahui kebenarannya. (Tidaklah kamu mengerti?") bahwa mereka akan dapat mematahkan alasanmu jika kamu menyebut-nyebut soal itu? Dari itu hentikanlah tindakanmu itu!
««•»»
And when they, the hypocrites from among the Jews, meet those who believe, they say, ‘We believe’, that Muhammad (s) is a prophet and that he is the one of whom we have been given good tidings in our Book; but when they go in private one to another, they, their leaders the ones not involved in the hypocrisy, say, to those hypocrites: ‘Do you speak to them, the believers, of what God has disclosed to you, that is, what He has made known to you of Muhammad’s (s) description in the Torah, so that they may thereby dispute (the lām of li-yuhājjūkum, ‘that they may dispute with you’, is the lām of ‘becoming’) with you before your Lord?, in the Hereafter and hold the proof against you for not following him [Muhammad (s)], despite your knowledge of his sincerity? Have you no understanding?’ of the fact that they will contend with you if you speak to them in this way? So beware.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 75]•[AYAT 77]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
76of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=76&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:76


[002] Al Baqarah Ayat 075

««•»»
Surah Al Baqarah 75

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
««•»»
afatathma'uuna an yu/minuu lakum waqad kaana fariiqun minhum yasma'uuna kalaama allaahi tsumma yuharrifuunahu min ba'di maa 'aqaluuhu wahum ya'lamuuna
««•»»
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?{65}.
{65} Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat itu.
««•»»
Are you then eager that they should believe you,[1] though a part of them would hear the word of Allah and then they would distort it[2] after they had understood it, and they knew [what they were doing]?
[1] This is an address to the muslims who were eager that the Jews should embrace Islam and follow the Prophet’s teachings.
[2] Cf. 4:46; 5:13, 41,  for this characteristic of the Jews.
««•»»

Dalam ayat ini Allah mengarahkan kembali firman-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka jangan terlalu banyak mengharapkan akan berimannya orang-orang Yahudi karunia watak mereka tidaklah jauh berbeda dengan watak nenek moyang mereka.

Hal yang demikian itu disebabkan adanya pendeta-pendeta Yahudi pada zaman dahulu yang mempelajari Taurat dan memahaminya kemudian merubah pengertiannya bahkan mengganti ayat-ayatnya dengan sengaja. Mereka sebenarnya menyadari bahwa mereka telah melakukan penyelewengan dengan memutar balikkan isi Taurat itu. Pelajaran agama yang sudah diputar balikkan itulah yang diajarkan kepada keturunannya. Dan orang Yahudi pada zaman Rasul saw. berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka yang keliru itu.

Keinginan yang besar dari Nabi saw. dan kaum muslimin supaya orang Yahudi beriman dan mengikuti tuntunan Islam disebabkan agama mereka paling dekat dengan Islam lagi mereka mempunyai Al Kitab dari Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah masih kamu harapkan) hai orang beriman (bahwa mereka akan beriman) yakni orang-orang Yahudi itu (kepadamu, sedangkan sebagian) atau satu golongan (di antara mereka) yakni pendeta-pendeta mereka (mendengar firman Allah) yaitu Taurat (lalu mengubahnya) (setelah mereka memahaminya) (padahal mereka mengetahui) bahwa sebenarnya mereka mengada-ada. Pertanyaan di sini berarti sanggahan terhadap orang-orang beriman hingga berarti, "Tak usah kamu harapkan mereka akan beriman karena dulu mereka juga sudah kafir!"
««•»»
Are you then so eager, O believers, that they, the Jews, should believe you, seeing there is a party of them, a group of their rabbis, that heard God’s word, in the Torah, and then tampered with it, changing it, and that, after they had comprehended it, [after] they had understood it, knowingly?, [knowing full well] that they were indulging in mendacity (the hamza [at the beginning of the verb a-fa-tatma‘ūn] is [an interrogative] for rejection, in other words, ‘Do not be so eager, for they have disbelieved before’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 74]•[AYAT 76]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
75of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=75&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:75


[002] Al Baqarah Ayat 074

««•»»
Surah Al Baqarah 74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
««•»»
tsumma qasat quluubukum min ba'di dzaalika fahiya kaalhijaarati aw asyaddu qaswatan wa-inna mina alhijaarati lamaa yatafajjaru minhu al-anhaaru wa-inna minhaa lamaa yasysyaqqaqu fayakhruju minhu almaau wa-inna minhaa lamaa yahbithu min khasyyati allaahi wamaa allaahu bighaafilin 'ammaa ta'maluuna
««•»»
kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
««•»»
Then your hearts hardened after that; so they are like stones, or even harder. For indeed there are some stones from which streams gush forth, and indeed there are some of them that split, and water issues from them, and indeed there are some of them that fall for the fear of Allah. And Allah is not oblivious of what you do.
««•»»

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan watak orang-orang Yahudi. Sesudah mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar dan mereka sudah pula memahami kebenaran itu, mereka lari din padanya dan hati mereka keras membatu bahkan lebih keras lagi. Allah mengumpamakan hati orang Yahudi itu dengan batu untuk menunjukkan kekerasan hati mereka untuk menerima petunjuk Allah. Bahkan mungkin lebih keras lagi. Walau bagaimanapun kerasnya batu tetapi pada suatu saat dan oleh suatu sebab dapat belah atau retak. Dan dari batu yang retak itu memancarlah air dan kemudian berkumpul menjadi anak-anak sungai. Kadang-kadang batu-batu itu jatuh dari gunung karunia patuh kepada kekuasaan Allah. Demikianlah halnya hati orang Yahudi lebih keras dari batu bagaikan tak mengenal retak sedikit pun. Hati mereka tak terpengaruh oleh ajaran-ajaran agama ataupun nasihat-nasihat yang biasanya dapat menembus hati manusia.

Namun demikian di antara hati yang keras membatu itu terdapat hati yang disinari iman, sehingga hati itu berubah dari kekerasan menjadi lembut karunia takut kepada Allah swt.

Yang demikian itu banyak disaksikan dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang tadinya biasa membangkang menentang agama akhirnya menjadi lembut, orang yang biasanya berbuat maksiat menjadi orang yang taat berkat petunjuk Allah swt.

Allah berfirman:
وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat memperhitungkannya.
(QS Ali Imran [3]:199)
Demikian pula pada ayat lain Allah berfirman:
وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ
Dan di antara orang-orang Badui itu ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa rasul.
(QS At Taubah [9]:99)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian hatimu menjadi keras) ditujukan kepada orang-orang Yahudi hingga tak dapat dimasuki kebenaran (setelah itu) yakni setelah peristiwa dihidupkannya orang yang telah mati dan kejadian-kejadian sebelumnya, (maka ia adalah seperti batu) dalam kerasnya (atau lebih keras lagi) daripada batu. (Padahal di antara batu-batu itu sesungguhnya ada yang mengalir anak-anak sungai daripadanya dan di antaranya ada pula yang terbelah) asalnya `yatasyaqqaqu` lalu ta diidgamkan pada syin hingga menjadi `yasysyaqqaqu` (lalu keluarlah air daripadanya dan sesungguhnya di antaranya ada pula yang jatuh meluncur) dari atas ke bawah (karena takut kepada Allah) sebaliknya hatimu tidak terpengaruh karenanya serta tidak pula menjadi lunak atau tunduk. (Dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan) hanya ditangguhkan-Nya menjatuhkan hukuman hingga saatnya nanti. Menurut satu qiraat bukan `ta`maluun` tetapi `ya`maluun`, artinya `yang mereka kerjakan,` sehingga berarti mengalihkan arah pembicaraan.
««•»»
Then your hearts became hardened, O you Jews, they [your hearts] became stiffened against acceptance of the truth, thereafter, that is, after what is mentioned of the bringing back to life of the slain man and the other signs before this; and they are like stones, in their hardness, or even yet harder, than these; for there are stones from which rivers come gushing, and others split (yashshaqqaq: the initial tā’ [of the root-form yatashaqqaq] has been assimilated with the shīn), so that water issues from them; and others come down, from on high, in fear of God, while your hearts are unmoved, unstirred and not humbled; And God is not heedless of what you do, but instead, He gives you respite until your time comes (ta‘malūna, ‘you do’: a variant reading has ya‘malūna, ‘they do’, indicating a shift to the third person address).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 73]•[AYAT 75]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
74of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=74&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:74


[002] Al Baqarah Ayat 073

««•»»
Surah Al Baqarah 73

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
««•»»
faqulnaa idhribuuhu biba'dhihaa kadzaalika yuhyii allaahu almawtaa wayuriikum aayaatihi la'allakum ta'qiluuna
««•»»
Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti {64}.
{64} Menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya dengan Peristiwa yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. masing-masing mereka tuduh-menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan itu. setelah mereka membawa persoalan itu kepada Musa a.s., Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebahagian tubuh sapi itu.
««•»»
We said, ‘Strike him with a piece of it:’ thus does Allah revive the dead, and He shows you His signs so that you may apply reason.
««•»»

Dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya orang yang terbunuh itu dipukul dengan sebagian anggota lembu betina itu supaya orang itu hidup kembali.

Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.

Diriwayatkan, bahwa ketika Bani Israel memukul orang yang terbunuh itu, maka dengan izin Allah berdirilah dia dan urat-urat lehernya mengucurkan darah seraya berkata, "Saya dibunuh oleh Si Anu dan Si Anu". Yang keduanya adalah anak pamannya. Kemudian dia pun jatuh mati kembali. Maka kedua pembunuh tersebut ditangkap dan dibunuh.

Nabi Musa a.s. menyuruh mereka memukulkan bagian tubuh anggota sapi itu dan bukan Nabi Musa sendiri yang melakukannya, disebabkan untuk menghindari tuduhan bahwa beliau berbuat sihir. Allah memper1ihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada bangsa Yahudi agar mereka memahami rahasia-rahasia syariat agama dan faedahnya tunduk kepada syariat itu. Dan supaya mereka mencegah diri dari mengikuti hawa nafsu dan supaya mereka menaati Allah dalam semua perintah-perintah-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Lalu firman Kami, "Pukullah dia) maksudnya mayat dari orang yang terbunuh tadi (dengan salah satu anggota badan sapi betina itu!") Lalu mereka pukul dengan lidah atau pangkal ekornya sehingga ia pun hidup kembali dan mengatakan siapa pembunuhnya yang tiada lain dari dua orang saudara sepupunya yang disebutkan namanya masing-masing. Kemudian ia menjadi mayat kembali, maka kedua pembunuhnya tidak diperbolehkan untuk mendapatkan harta warisan, bahkan mereka pun dibunuh pula lalu firman Allah Taala, ("Demikianlah) maksudnya caranya (Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda-Nya) bukti-bukti kekuasaan-Nya (agar kamu memikirkan") dan merenungkannya sehingga mengerti dan mengimani Allah yang kuasa menghidupkan seorang manusia yang telah meninggal juga sanggup menghidupkan berjuta-juta manusia lainnya.
««•»»
so We said, ‘Smite him, the slain man, with part of it’, and so when he was struck with its tongue or its tail, he came back to life and said, ‘So-and-so killed me’, and after pointing out two of his cousins, he died; the two [killers] were denied the inheritance and were later killed. God says: even so, is the revival, for, God brings to life the dead, and He shows you His signs, the proofs of His power, so that you might understand, [that you might] reflect and realise that the One capable of reviving a single soul is also capable of reviving a multitude of souls, and then believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 72]•[AYAT 74]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
73of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=73&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:73


[002] Al Baqarah Ayat 072

««•»»
Surah Al Baqarah 72

وَإِذ قَتَلتُم نَفسًا فَادّارَأتُم فيها ۖ وَاللَّهُ مُخرِجٌ ما كُنتُم تَكتُمونَ
««•»»
wa-idz qataltum nafsan faiddaara/tum fiihaa waallaahu mukhrijun maa kuntum taktumuuna
««•»»
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.
««•»»
And when you killed a soul, and accused one another about it —and Allah was to expose whatever you were concealing—
««•»»

Allah swt. mengungkapkan dalam ayat ini kejahatan orang Yahudi yang berkenaan dengan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap seseorang, kemudian mereka saling tuduh-menuduh mengenai pelaku pembunuhan itu, sehingga perkara ini menjadi kabur. Tetapi Allah tidaklah membiarkan perkara ini tetap kabur dan tertutup. Untuk membuka rahasia pembunuhan ini Allah memerintahkan kepada mereka supaya menyembelih sapi betina, sebagaimana disebutkan dalam ayat 67 yang lalu.

Bila diperhatikan urutan cerita seperti yang tercantum di awal kelompok ayat ini maka ayat 72 terletak di depan ayat 67, sebab peristiwa pembunuhan inilah yang mengakibatkan adanya perintah Allah untuk menyembelih sapi. Tetapi di dalam urutan ayat peristiwa penyembelihan sapi itulah yang didahulukan. karunia yang dipentingkan ialah pengusutan perkara pembunuhan itu dengan mencari lebih dahulu pembunuhnya yaitu dengan jalan menyembelih sapi betina yang diperintahkan Allah itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu tuduh-menuduh tentang hal itu) asalnya fatadaara`tum, lalu ta diidgamkan ke dal yang berarti bertengkar dan saling menuduh (sedangkan Allah menyingkapkan) atau memperlihatkan (apa yang kamu sembunyikan) tentang persoalan tersebut. Kalimat ini adalah suatu interupsi dan merupakan awal kisah.
««•»»
And when you killed a living soul, and disputed thereon (iddāra’tum: the tā’ [of the root-form itdāra’tum] has been assimilated with the dāl) — and God disclosed what you were hiding (this is a parenthetical statement; the story begins here [with wa-idh qataltum nafsan, ‘and when you killed a soul’… and continues in the following]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 71]•[AYAT 73]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
72of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=72&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:72