Rabu, 03 Juni 2015

[002] Al Baqarah Ayat 075

««•»»
Surah Al Baqarah 75

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
««•»»
afatathma'uuna an yu/minuu lakum waqad kaana fariiqun minhum yasma'uuna kalaama allaahi tsumma yuharrifuunahu min ba'di maa 'aqaluuhu wahum ya'lamuuna
««•»»
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?{65}.
{65} Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat itu.
««•»»
Are you then eager that they should believe you,[1] though a part of them would hear the word of Allah and then they would distort it[2] after they had understood it, and they knew [what they were doing]?
[1] This is an address to the muslims who were eager that the Jews should embrace Islam and follow the Prophet’s teachings.
[2] Cf. 4:46; 5:13, 41,  for this characteristic of the Jews.
««•»»

Dalam ayat ini Allah mengarahkan kembali firman-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka jangan terlalu banyak mengharapkan akan berimannya orang-orang Yahudi karunia watak mereka tidaklah jauh berbeda dengan watak nenek moyang mereka.

Hal yang demikian itu disebabkan adanya pendeta-pendeta Yahudi pada zaman dahulu yang mempelajari Taurat dan memahaminya kemudian merubah pengertiannya bahkan mengganti ayat-ayatnya dengan sengaja. Mereka sebenarnya menyadari bahwa mereka telah melakukan penyelewengan dengan memutar balikkan isi Taurat itu. Pelajaran agama yang sudah diputar balikkan itulah yang diajarkan kepada keturunannya. Dan orang Yahudi pada zaman Rasul saw. berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka yang keliru itu.

Keinginan yang besar dari Nabi saw. dan kaum muslimin supaya orang Yahudi beriman dan mengikuti tuntunan Islam disebabkan agama mereka paling dekat dengan Islam lagi mereka mempunyai Al Kitab dari Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah masih kamu harapkan) hai orang beriman (bahwa mereka akan beriman) yakni orang-orang Yahudi itu (kepadamu, sedangkan sebagian) atau satu golongan (di antara mereka) yakni pendeta-pendeta mereka (mendengar firman Allah) yaitu Taurat (lalu mengubahnya) (setelah mereka memahaminya) (padahal mereka mengetahui) bahwa sebenarnya mereka mengada-ada. Pertanyaan di sini berarti sanggahan terhadap orang-orang beriman hingga berarti, "Tak usah kamu harapkan mereka akan beriman karena dulu mereka juga sudah kafir!"
««•»»
Are you then so eager, O believers, that they, the Jews, should believe you, seeing there is a party of them, a group of their rabbis, that heard God’s word, in the Torah, and then tampered with it, changing it, and that, after they had comprehended it, [after] they had understood it, knowingly?, [knowing full well] that they were indulging in mendacity (the hamza [at the beginning of the verb a-fa-tatma‘ūn] is [an interrogative] for rejection, in other words, ‘Do not be so eager, for they have disbelieved before’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 74]•[AYAT 76]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
75of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=75&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:75


[002] Al Baqarah Ayat 074

««•»»
Surah Al Baqarah 74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
««•»»
tsumma qasat quluubukum min ba'di dzaalika fahiya kaalhijaarati aw asyaddu qaswatan wa-inna mina alhijaarati lamaa yatafajjaru minhu al-anhaaru wa-inna minhaa lamaa yasysyaqqaqu fayakhruju minhu almaau wa-inna minhaa lamaa yahbithu min khasyyati allaahi wamaa allaahu bighaafilin 'ammaa ta'maluuna
««•»»
kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
««•»»
Then your hearts hardened after that; so they are like stones, or even harder. For indeed there are some stones from which streams gush forth, and indeed there are some of them that split, and water issues from them, and indeed there are some of them that fall for the fear of Allah. And Allah is not oblivious of what you do.
««•»»

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan watak orang-orang Yahudi. Sesudah mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar dan mereka sudah pula memahami kebenaran itu, mereka lari din padanya dan hati mereka keras membatu bahkan lebih keras lagi. Allah mengumpamakan hati orang Yahudi itu dengan batu untuk menunjukkan kekerasan hati mereka untuk menerima petunjuk Allah. Bahkan mungkin lebih keras lagi. Walau bagaimanapun kerasnya batu tetapi pada suatu saat dan oleh suatu sebab dapat belah atau retak. Dan dari batu yang retak itu memancarlah air dan kemudian berkumpul menjadi anak-anak sungai. Kadang-kadang batu-batu itu jatuh dari gunung karunia patuh kepada kekuasaan Allah. Demikianlah halnya hati orang Yahudi lebih keras dari batu bagaikan tak mengenal retak sedikit pun. Hati mereka tak terpengaruh oleh ajaran-ajaran agama ataupun nasihat-nasihat yang biasanya dapat menembus hati manusia.

Namun demikian di antara hati yang keras membatu itu terdapat hati yang disinari iman, sehingga hati itu berubah dari kekerasan menjadi lembut karunia takut kepada Allah swt.

Yang demikian itu banyak disaksikan dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang tadinya biasa membangkang menentang agama akhirnya menjadi lembut, orang yang biasanya berbuat maksiat menjadi orang yang taat berkat petunjuk Allah swt.

Allah berfirman:
وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat memperhitungkannya.
(QS Ali Imran [3]:199)
Demikian pula pada ayat lain Allah berfirman:
وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ
Dan di antara orang-orang Badui itu ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa rasul.
(QS At Taubah [9]:99)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian hatimu menjadi keras) ditujukan kepada orang-orang Yahudi hingga tak dapat dimasuki kebenaran (setelah itu) yakni setelah peristiwa dihidupkannya orang yang telah mati dan kejadian-kejadian sebelumnya, (maka ia adalah seperti batu) dalam kerasnya (atau lebih keras lagi) daripada batu. (Padahal di antara batu-batu itu sesungguhnya ada yang mengalir anak-anak sungai daripadanya dan di antaranya ada pula yang terbelah) asalnya `yatasyaqqaqu` lalu ta diidgamkan pada syin hingga menjadi `yasysyaqqaqu` (lalu keluarlah air daripadanya dan sesungguhnya di antaranya ada pula yang jatuh meluncur) dari atas ke bawah (karena takut kepada Allah) sebaliknya hatimu tidak terpengaruh karenanya serta tidak pula menjadi lunak atau tunduk. (Dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan) hanya ditangguhkan-Nya menjatuhkan hukuman hingga saatnya nanti. Menurut satu qiraat bukan `ta`maluun` tetapi `ya`maluun`, artinya `yang mereka kerjakan,` sehingga berarti mengalihkan arah pembicaraan.
««•»»
Then your hearts became hardened, O you Jews, they [your hearts] became stiffened against acceptance of the truth, thereafter, that is, after what is mentioned of the bringing back to life of the slain man and the other signs before this; and they are like stones, in their hardness, or even yet harder, than these; for there are stones from which rivers come gushing, and others split (yashshaqqaq: the initial tā’ [of the root-form yatashaqqaq] has been assimilated with the shīn), so that water issues from them; and others come down, from on high, in fear of God, while your hearts are unmoved, unstirred and not humbled; And God is not heedless of what you do, but instead, He gives you respite until your time comes (ta‘malūna, ‘you do’: a variant reading has ya‘malūna, ‘they do’, indicating a shift to the third person address).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 73]•[AYAT 75]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
74of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=74&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:74


[002] Al Baqarah Ayat 073

««•»»
Surah Al Baqarah 73

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
««•»»
faqulnaa idhribuuhu biba'dhihaa kadzaalika yuhyii allaahu almawtaa wayuriikum aayaatihi la'allakum ta'qiluuna
««•»»
Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti {64}.
{64} Menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya dengan Peristiwa yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. masing-masing mereka tuduh-menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan itu. setelah mereka membawa persoalan itu kepada Musa a.s., Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebahagian tubuh sapi itu.
««•»»
We said, ‘Strike him with a piece of it:’ thus does Allah revive the dead, and He shows you His signs so that you may apply reason.
««•»»

Dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya orang yang terbunuh itu dipukul dengan sebagian anggota lembu betina itu supaya orang itu hidup kembali.

Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.

Diriwayatkan, bahwa ketika Bani Israel memukul orang yang terbunuh itu, maka dengan izin Allah berdirilah dia dan urat-urat lehernya mengucurkan darah seraya berkata, "Saya dibunuh oleh Si Anu dan Si Anu". Yang keduanya adalah anak pamannya. Kemudian dia pun jatuh mati kembali. Maka kedua pembunuh tersebut ditangkap dan dibunuh.

Nabi Musa a.s. menyuruh mereka memukulkan bagian tubuh anggota sapi itu dan bukan Nabi Musa sendiri yang melakukannya, disebabkan untuk menghindari tuduhan bahwa beliau berbuat sihir. Allah memper1ihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada bangsa Yahudi agar mereka memahami rahasia-rahasia syariat agama dan faedahnya tunduk kepada syariat itu. Dan supaya mereka mencegah diri dari mengikuti hawa nafsu dan supaya mereka menaati Allah dalam semua perintah-perintah-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Lalu firman Kami, "Pukullah dia) maksudnya mayat dari orang yang terbunuh tadi (dengan salah satu anggota badan sapi betina itu!") Lalu mereka pukul dengan lidah atau pangkal ekornya sehingga ia pun hidup kembali dan mengatakan siapa pembunuhnya yang tiada lain dari dua orang saudara sepupunya yang disebutkan namanya masing-masing. Kemudian ia menjadi mayat kembali, maka kedua pembunuhnya tidak diperbolehkan untuk mendapatkan harta warisan, bahkan mereka pun dibunuh pula lalu firman Allah Taala, ("Demikianlah) maksudnya caranya (Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda-Nya) bukti-bukti kekuasaan-Nya (agar kamu memikirkan") dan merenungkannya sehingga mengerti dan mengimani Allah yang kuasa menghidupkan seorang manusia yang telah meninggal juga sanggup menghidupkan berjuta-juta manusia lainnya.
««•»»
so We said, ‘Smite him, the slain man, with part of it’, and so when he was struck with its tongue or its tail, he came back to life and said, ‘So-and-so killed me’, and after pointing out two of his cousins, he died; the two [killers] were denied the inheritance and were later killed. God says: even so, is the revival, for, God brings to life the dead, and He shows you His signs, the proofs of His power, so that you might understand, [that you might] reflect and realise that the One capable of reviving a single soul is also capable of reviving a multitude of souls, and then believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 72]•[AYAT 74]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
73of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=73&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:73


[002] Al Baqarah Ayat 072

««•»»
Surah Al Baqarah 72

وَإِذ قَتَلتُم نَفسًا فَادّارَأتُم فيها ۖ وَاللَّهُ مُخرِجٌ ما كُنتُم تَكتُمونَ
««•»»
wa-idz qataltum nafsan faiddaara/tum fiihaa waallaahu mukhrijun maa kuntum taktumuuna
««•»»
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.
««•»»
And when you killed a soul, and accused one another about it —and Allah was to expose whatever you were concealing—
««•»»

Allah swt. mengungkapkan dalam ayat ini kejahatan orang Yahudi yang berkenaan dengan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap seseorang, kemudian mereka saling tuduh-menuduh mengenai pelaku pembunuhan itu, sehingga perkara ini menjadi kabur. Tetapi Allah tidaklah membiarkan perkara ini tetap kabur dan tertutup. Untuk membuka rahasia pembunuhan ini Allah memerintahkan kepada mereka supaya menyembelih sapi betina, sebagaimana disebutkan dalam ayat 67 yang lalu.

Bila diperhatikan urutan cerita seperti yang tercantum di awal kelompok ayat ini maka ayat 72 terletak di depan ayat 67, sebab peristiwa pembunuhan inilah yang mengakibatkan adanya perintah Allah untuk menyembelih sapi. Tetapi di dalam urutan ayat peristiwa penyembelihan sapi itulah yang didahulukan. karunia yang dipentingkan ialah pengusutan perkara pembunuhan itu dengan mencari lebih dahulu pembunuhnya yaitu dengan jalan menyembelih sapi betina yang diperintahkan Allah itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu tuduh-menuduh tentang hal itu) asalnya fatadaara`tum, lalu ta diidgamkan ke dal yang berarti bertengkar dan saling menuduh (sedangkan Allah menyingkapkan) atau memperlihatkan (apa yang kamu sembunyikan) tentang persoalan tersebut. Kalimat ini adalah suatu interupsi dan merupakan awal kisah.
««•»»
And when you killed a living soul, and disputed thereon (iddāra’tum: the tā’ [of the root-form itdāra’tum] has been assimilated with the dāl) — and God disclosed what you were hiding (this is a parenthetical statement; the story begins here [with wa-idh qataltum nafsan, ‘and when you killed a soul’… and continues in the following]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 71]•[AYAT 73]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
72of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=72&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:72


[002] Al Baqarah Ayat 071

««•»»
Surah Al Baqarah 71

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ
««•»»
qaala innahu yaquulu innahaa baqaratun laa dzaluulun tutsiiru al-ardha walaa tasqii alhartsa musallamatun laa syiyata fiihaa qaaluu al-aana ji/ta bialhaqqi fadzabahuuhaa wamaa kaaduu yaf'aluuna
««•»»
Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu {6}.
{6}  Karena sapi yang menurut syarat yang disebutkan itu sukar diperoleh, hampir mereka tidak dapat menemukannya.
««•»»
He said, ‘He says, She is a cow not broken to till the earth or to water the tillage, sound and without blemish.’ They said, ‘Now have you come up with the truth!’ And they slaughtered it, though they were about not to do it.
««•»»

Sapi betina yang diperintahkan untuk disembelih itu, ialah seekor sapi yang belum pernah dipergunakan untuk membajak dan mengangkut air dan tidak bercacat sedikit pun.

Setelah mendapat keterangan ini, mereka menyatakan bahwa Musa telah menguraikan hakikat sapi yang sebenarnya, yang diperintahkan kepada mereka untuk menyembelihnya. Merekapun mencari lembu betina yang memenuhi segala ciri-ciri yang telah diterangkan itu. Akhirnya mereka mendapatkannya dan kemudian mereka menyembelihnya. Hampir-hampir mereka tidak sanggup mengerjakannya karunia telah terlalu sukar untuk mendapatkan lembu yang dimaksud. Akhirnya mereka menyembelih sapi betina yang dimaksud setelah mereka menunda-nunda dan mendapati kesulitan kesulitan.

Dalam suatu hadis disebutkan, "Kalau sekiranya mereka terus menyembelih salah seekor sapi betina di kala mereka menerima perintah, cukuplah sudah. Akan tetapi mereka mengajukan pertanyaan yang memberatkan mereka sendiri, maka Allah pun memberatkannya". (HR Ibnu Jarir dari Ibnu 'Abbas)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kata Musa, "Allah berfirman bahwa sapi betina itu ialah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk bekerja) (membajak tanah) untuk ditanami. Kalimat belakang ini menjadi sifat bagi `dipakai untuk bekerja` dan termasuk barang yang dinafikan. (dan tidak pula untuk mengairi tanaman) atau tanah yang dipersiapkan untuk ditanami tumbuh-tumbuhan (tidak bercacat) bebas dari aib dan bekas-bekas bekerja berat (tidak ada belangnya.") tidak ada warna lain dari warna aslinya.

(Kata mereka, "Sekarang barulah kamu mengatakan kebenaran.") Maksudnya memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang sapi yang dimaksud. Mereka cari sapi tersebut dan kebetulan ditemukan pada seorang anak muda yang berbakti kepada ibunya, lalu mereka beli dengan emas sepenuh bungkusan yang terbuat dari kulit sapi itu. (Lalu mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakannya) karena harganya yang tinggi. Dalam sebuah hadis disebutkan, seandainya mereka segera menyembelih seekor sapi betina yang ada tanpa banyak tanya, yang demikian itu akan mencukupi. Tetapi mereka menyusahkan diri mereka sendiri sehingga dipersulit oleh Allah.
««•»»
He said, ‘He says she shall be a cow not broken, not subdued for labour, that is, to plough the earth, churning its soil for sowing (tuthīr al-ard: the clause describes the word dhalūl, and constitutes part of the negation); or to water the tillage, that is, the land prepared for sowing; one safe, from faults and the effects of toil; with no blemish, of a colour other than her own, on her’. They said, ‘Now you have brought the truth’, that is, [now] you have explained it clearly; they thus sought it out and found it with a boy very dutiful towards his mother, and they eventually purchased it for the equivalent of its weight in gold; and so they sacrificed her, even though they very nearly did not, on account of its excessive cost. In a hadīth [it is stated that], ‘Had they sacrificed any cow, it would have sufficed them, but they made it difficult for themselves and so God made it difficult for them’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 70]•[AYAT 72]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
71of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=71&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:71


[002] Al Baqarah Ayat 070

««•»»
Surah Al Baqarah 70

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ
««•»»
qaaluu ud'u lanaa rabbaka yubayyin lanaa maa hiya inna albaqara tasyaabaha 'alaynaa wa-innaa in syaa-a allaahu lamuhtaduuna
««•»»
Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."
««•»»
They said, ‘Invoke your Lord for us, that He may clarify for us what she may be. Indeed all cows are much alike to us, and, if Allah wishes, we will surely be guided.’
««•»»

Pada ayat ini mereka menanyakan lagi tentang apa yang telah mereka, tanyakan sebelumnya, "Sapi apakah itu, sapi itu masih samar bagi kami".

Semua itu sebenarnya sudah diterangkan tetapi mereka merasa belum sempurna penjelasan yang telah diberikan bahkan bagi mereka masih merasa samar-samar karunia ciri-ciri lembu itu hampir serupa sehingga tidak dapat menentukan mana yang akan disembelih.

Dengan pertanyaan yang terakhir ini, mereka mengharapkan mendapat petunjuk tentang sapi yang dibutuhkan atau petunjuk kepada hikmah dan rahasia perintah penyembelihannya sapi itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kata mereka, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dijelaskan-Nya bagi kami hakikat sapi betina itu) apakah yang dimanjakan ataukah yang dipekerjakan? (karena sesungguhnya sapi itu) yakni kalau jenisnya baru yang disebutkan sifatnya itu (masih samar bagi kami) karena banyaknya hingga kami tidak mengetahui mana yang dimaksud (dan sesungguhnya kami insya Allah akan memperoleh petunjuk.") untuk mendapatkannya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sekiranya mereka tidak mengucapkan insya Allah, tidaklah akan dijelaskan kepada mereka untuk selama-lamanya.
««•»»
They said, ‘Pray to your Lord for us, that He make clear to us what she may be: does it graze freely or is it used in labour?; the cows (that is, the species described in the way mentioned), are all alike to us, because there are many of them and we have not been able to find the one sought after; and if God wills, we shall then be guided’ to it. In one hadīth [it is reported]: ‘Had they not uttered the proviso [inshā’a Llāh], it would never have been made clear to them’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 69]•[AYAT 71]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
70of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=70&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:70


[002] Al Baqarah Ayat 069

««•»»
Surah Al Baqarah 69

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ
««•»»
qaaluu ud'u lanaa rabbaka yubayyin lanaa maa lawnuhaa qaala innahu yaquulu innahaa baqaratun shafraau faaqi'un lawnuhaa tasurru alnnaazhiriina
««•»»
Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."
««•»»
They said, ‘Invoke your Lord for us, that He may clarify for us what her colour may be.’ He said, ‘He says, She is a cow that is yellow, of a bright hue, pleasing to the onlookers.’
««•»»

Sesudah menanyakan umur lembu itu, mereka berkata, "Mohonkanlah kepada kami, bagaimana warna lembu itu". Mereka diberi jawaban yang cukup jelas yang dapat membedakan lembu yang dimaksud itu dari yang lain. Musa mengatakan bahwa warna lembu itu kuning tua yang menyenangkan hati orang yang melihatnya. Akan tetapi mereka tidak puas dengan jawaban tersebut. Bahkan mereka terus bertanya dan menambah pertanyaan lagi yang mempersulit diri mereka sendiri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kata mereka, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dijelaskan-Nya kepada kami apa warnanya!" Jawab Musa, "Allah berfirman bahwa sapi betina itu ialah sapi betina yang kuning, yakni yang kuning tua warnanya, maksudnya yang kuning pekat (yang menyenangkan orang-orang yang memandang.") artinya menarik hati mereka disebabkan keelokannya.
««•»»
They said, ‘Pray to your Lord for us, that He make clear to us what her colour may be’ He said, ‘He says she shall be a golden cow, bright in colour, that is, of a very intense yellow, gladdening to beholders: its beauty will please those that look at it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 68]•[AYAT 70]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
69of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=69&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:69