Rabu, 03 Juni 2015

[002] Al Baqarah Ayat 068

««•»»

Surah Al Baqarah 68

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا فَارِضٌ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ
««•»»
qaaluu ud'u lanaa rabbaka yubayyin lanaa maa hiya qaala innahu yaquulu innahaa baqaratun laa faaridhun walaa bikrun 'awaanun bayna dzaalika faif'aluu maa tu/maruuna
««•»»
Mereka menjawab: " Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".
««•»»
They said, ‘Invoke your Lord for us, that He may clarify for us what she may be.’ He said, ‘He says, She is a cow, neither old nor young, of a middle age. Now do what you are commanded.’
««•»»

Bani Israel berkata lagi kepada Musa, "Tanyakanlah kepada Allah supaya diterangkan-Nya kepada kami, tanda-tanda lembu yang dimaksudkan itu". Musa menjawab, "Lembu yang harus disembelih itu bukan yang tua dan bukan pula yang muda tetapi yang sedang umurnya. Turutilah perintah itu dan laksanakanlah segera". Mereka disuruh segera menaati perintah itu dan dilarang berkeras kepala. Sebenarnya mereka dapat melaksanakan penyembelihan lembu itu dengan penerangan yang sudah diberikan itu. Tetapi mereka membandel dan terus melanjutkan dan memperbanyak pertanyaan. Bahkan mereka menanyakan lagi.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka bertanya, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami, sapi betina yang manakah itu?") maksudnya tentang usianya, apakah yang tua atau yang muda? (Jawab Musa, "Allah berfirman bahwa sapi itu ialah sapi betina yang tidak tua) berusia lanjut (dan tidak pula muda) atau terlalu kecil, tetapi (pertengahan) (di antara demikian), yakni di antara tua dan muda tadi (maka lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.") yaitu supaya menyembelih sapi yang telah dijelaskan itu.
««•»»
But when they realised that he was being serious, They said, ‘Pray to your Lord for us, that He may make clear to us what she may be’, its true nature, He, Moses, said, ‘He, God, says she is a cow neither old, nor virgin, that is, young, middling between the two, in terms of age; so do what you have been commanded’, by way of sacrificing it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 67]•[AYAT 69]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
68of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=68&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:68


[002] Al Baqarah Ayat 067

««•»»
Surah Al Baqarah 67

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
««•»»
wa-idz qaala muusaa liqawmihi inna allaaha ya/murukum an tadzbahuu baqaratan qaaluu atattakhidzunaa huzuwan qaala a'uudzu biallaahi an akuuna mina aljaahiliina
««•»»
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan {62}?"
Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".
{62} Hikmah Allah menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka terhadap sapi yang pernah mereka sembah.
««•»»
And when Moses said to his people, ‘Indeed Allah commands you to slaughter a cow,’ they said, ‘Do you take us in derision?’ He said, ‘I seek Allah’s protection lest I should be one of the senseless!’
««•»»

Ketika Mesa memerintahkan Bani Israel menyembelih sapi. mereka berkata kepada Nabi Musa, "Apakah kamu mempermainkan kami?" Kami bertanya kepadamu tentang perkara pembunuhan, lalu kamu menyuruh kami menyembelih sapi betina. ini ganjil sekali dan jauh dari pada yang kami maksudkan.

Seharusnya Bani Israel menjalankan perintah Nabi Musa itu dan menyambutnya dengan patuh dan taat, kemudian mereka menunggu apa yang akan terjadi sesudah itu tetapi mereka berbuat sebaliknya.

Perkataan mereka itu sebagai bukti bahwa mereka sangat kasar tabiatnya dan tidak mengakui kekuasaan Allah Taala. Musa menjawab, "Saya berlindung kepada Allah dari pada memperolok-olokan manusia" karunia perbuatan itu termasuk perbuatan orang jahil, lebih-lebih bagi seorang rasul yang akan menyampaikan risalah dan menyampaikan hukum-hukum Allah kepada manusia.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan) ingatlah (ketika Musa berkata kepada kaumnya,) yakni ketika ada di antara mereka itu seseorang yang terbunuh sedangkan mereka tidak tahu siapa pembunuhnya, lalu mereka minta kepada Musa untuk memohonkan kepada Allah agar Dia dapat memberitahukan siapa pembunuhnya itu. Maka dia memohon, lalu katanya, ("Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Jawab mereka, "Apakah kamu hendak menjadikan kami sebagai bahan ejekan?") artinya suruhan kamu itu akan menyebabkan kami menjadi sasaran olok-olok dan tertawaan orang. (Jawab Musa, "Aku berlindung) maksudnya aku tidak sudi (kepada Allah) akan (menjadi golongan orang-orang yang jahil.") yang suka berolok-olok. Tatkala mereka ketahui bahwa Musa bersungguh-sungguh.
««•»»
And, mention, when Moses said to his people, when one among them was killed and the killer was not known, and so they asked Moses to pray to God to reveal the killer, which he did; ‘God commands you to sacrifice a cow’. They said, ‘Do you take us in mockery?’, that is, making fun of us when you answer us like this? He said, ‘I take refuge with, I seek defence with, God lest I should be one of the ignorant’, one of those who indulge in mockery.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 66]•[AYAT 68]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
67of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=67&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:67


[002] Al Baqarah Ayat 066

««•»»
Surah Al Baqarah 66

فَجَعَلْنَاهَا نَكَالًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
««•»»
faja'alnaahaa nakaalan limaa bayna yadayhaa wamaa khalfahaa wamaw'izhatan lilmuttaqiina
««•»»
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
««•»»
So We made it an exemplary punishment for the present and the succeeding [generations], and an advice to the Godwary.
««•»»

Pada ayat ini, Allah menerangkan maksud dari hukuman yang dijatuhkan kepada Bani Israel untuk menjadi pelajaran bagi manusia supaya mencegahnya dari perbuatan-perbuatan yang melampaui ketentuan-ketentuan Allah, baik untuk orang yang (hidup) di waktu itu, maupun yang hidup sesudahnya sampai hari kiamat.

Siksa itu sebab juga menjadi pelajaran yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Orang-orang yang bertakwa senantiasa mengambil pelajaran dengan segala macam kejadian dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batas.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka Kami jadikan dia) maksudnya hukuman tersebut (sebagai peringatan) cermin perbandingan hingga mereka tidak melakukannya lagi (bagi umat-umat di masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian) (serta menjadi pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah Taala. Dikhususkan bagi orang-orang ini, karena hanya merekalah yang dapat mengambil manfaat darinya sedangkan orang lain tidak.
««•»»
And We made it, this punishment, an exemplary punishment, a lesson to dissuade others from doing what they did; for all the former times and for the latter, that is, for the people of that time or those that came later; and an admonition to such as who fear, God: these are singled out for mention here because they, in contrast to others, are the ones who benefit thereby.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 65]•[AYAT 67]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
66of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=66&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:66


[002] Al Baqarah Ayat 065

««•»»
Surah Al Baqarah 65

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
««•»»
walaqad 'alimtumu alladziina i'tadaw minkum fii alssabti faqulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi-iina
««•»»
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu {59}, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera {60} yang hina".
{59} Hari Sabtu ialah hari yang khusus untuk beribadat bagi orang-orang Yahudi.
{60} Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak Makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.
««•»»
And certainly you know those of you who violated the Sabbath, whereupon We said to them, ‘Be you spurned apes.’
««•»»

Orang Yahudi di zaman Rasul saw. telah mengetahui kisah nenek moyang mereka yang melanggar ketentuan yang terdapat di dalam Taurat, yaitu agar mereka meninggalkan pekerjaan duniawi untuk melaksanakan amal ibadat pada hari Sabtu. Mereka tidak mau melaksanakan perintah Tuhan itu karena pada setiap hari Sabtu, ikan-ikan di laut bermunculan mudah ditangkap tapi selain hari Sabtu ikan-ikan itu menghilang. ini suatu ujian dari Allah kepada mereka karena mereka hidup di tepi pantai dan mata pencaharian mereka hanya menangkap ikan karena itu pergilah mereka ke laut menangkap ikan pada hari Sabtu itu dan meninggalkan amal ibadahnya. Perbuatan mereka tersebut suatu pelanggaran terhadap ketentuan Tuhan, maka Tuhan menjatuhkan hukuman dengan menjadikan mereka kera sehingga mereka jauh dari kebaikan serta hina dan rendah.

Menurut Mujahid riwayat Ibnu Jarir, "Rupa mereka tidak ditukar menjadi rupa kera tetapi hati, jiwa dan sifat mereka dirubah menjadi seperti kera. Oleh sebab itu mereka tidak dapat menerima pengajaran dan tidak dapat memahami ancaman" (HR Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim dari Mujahid) Pada ayat ini mereka diserupakan dengan kera dan ayat-ayat yang lain mereka diserupakan dengan keledai,

sesuai dengan firman Allah ,swt:
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya (tidak mengamalkan isinya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal
(QS Al Jum'ah [062]:5)

Jumhur ulama berpendapat, bahwa mereka benar-benar bertukar rupa menjadi kera. Disebut di dalam riwayat lain bahwa mereka yang dirubah menjadi kera itu, tidak beranak, tidak makan, tidak minum dan tidak dapat hidup dari tiga hari.

Di dalam Alquran terdapat ayat yang maksudnya:
وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتِ
Dan antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orong-orang) menyembah tagut.
(QS Al Maidah [5]:60)

Menurut "Al Manar" pendapat jumhur mufassirin bahwa mereka yang melanggar ketentuan hari Sabtu itu benar-benar menjadi kera dan babi sukarlah diterima walaupun Allah kuasa berbuat demikian. Merubah manusia menjadi hewan sebagai hukuman bagi orang yang berbuat maksiat, tidaklah sesuai dengan sunah Allah terhadap makhluk-Nya, terutama atas manusia makhluk yang dimuliakan Allah. Pendapat Mujahid lebih tepat bahwa yang berubah itu adalah mental mereka menjadi mental hewan karena nafsu duniawi yang besar pada mereka menyebabkan mereka lupa dan jauh dari nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Berkata Ibnu Kasir, "Pendapat yang benar ialah perubahan maknawi sebagaimana pendapat Mujahid. Jadi bukan perubahan bentuk (ujud) rupa seperti yang dikemukakan oleh Jumhur."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya) lam-nya `lam qasam` menyatakan bersumpah artinya `demi` (kamu telah mengetahui) (orang-orang yang melanggar) peraturan (di antaramu pada hari Sabtu) yakni dengan menangkap ikan padahal Kami telah melarangmu dari demikian; dan mereka ini ialah penduduk Eilat atau Ayilah (lalu Kami titahkan kepada mereka, "Jadilah kalian kera yang hina!") artinya yang terkucil. Apa yang dikehendaki Allah itu pun terlaksana dan setelah masa tiga hari mereka menemui kematian.
««•»»
And verily (wa-la-qad: the lām is for oaths) you know that there were those among you who transgressed, violated, the Sabbath, by fishing, when We had forbidden you to do so — these were the inhabitants of Eilat — and We said to them, ‘Be apes, despised!’, rejected, and they became so: they died three days later.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 64]•[AYAT 66]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
65of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=65&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2  
http://al-quran.info/#2:65


[002] Al Baqarah Ayat 064

««•»»
Surah Al Baqarah 64

ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
««•»»
tsumma tawallaytum min ba'di dzaalika falawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu lakuntum mina alkhaasiriina
««•»»
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
««•»»
Then after that you turned away; and were it not for Allah’s grace on you and His mercy, you would surely have been among the losers.
««•»»

Allah dalam ayat ini menerangkan bahwa sesudah Bani Israel mengambil perjanjian dari Allah swt. seperti disebutkan pada ayat yang lalu, kemudian mereka berpaling dan tidak menepati isi perjanjian itu. Mereka banyak melanggar ketentuan-ketentuan dalam Taurat, baik oleh nenek moyang mereka zaman dahulu maupun oleh mereka yang hidup pada zaman kemudian. Umpamanya pada zaman mereka hidup di padang pasir Tih, mereka menentang Nabi Musa, menyakiti beliau, melawan segala perintah-perintahnya. Pada zaman kemudian mereka membunuh Nabi Yahya, mengingkari Isa a.s. bahkan merencanakan akan membunuhnya. Keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad saw. termasuk bukti penyelewengan mereka dari Taurat. Sudah sewajarnya mereka mendapat azab dari Allah swt. sebab penyelewengan penyelewengan itu atau Allah melenyapkan dari mereka nikmat untuk selama lamanya. Tetapi Allah tidak berbuat demikian karena kasih sayang-Nya. Mereka tidak dibinasakan dan Allah selalu membuka pintu tobat bagi yang ingin kembali ke jalan yang benar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian kamu berpaling) menyalahi ikrar (setelah itu) maksudnya setelah berikrar tadi (maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu) yaitu dengan menerima tobatnya atau menangguhkan siksa terhadapmu (niscayalah kamu akan termasuk orang-orang yang merugi) atau celaka.
««•»»
Then you turned away thereafter, and but for God’s bounty and His mercy towards you, you would have been among the losers [there is no commentary on this verse].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 63]•[AYAT 65]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
64of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=64&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#2:64


[002] Al Baqarah Ayat 063

««•»»
Surah Al Baqarah 63

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
««•»»
wa-idz akhadznaa miitsaaqakum warafa'naa fawqakumu alththhuura khudzuu maa aataynaakum biquwwatin waudzkuruu maa fiihi la'allakum tattaquuna
««•»»
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".
««•»»
And when We took a pledge from you, and raised the Mount above you [declaring], ‘Hold on with power to what We have given you, and remember that which is in it, so that you may be Godwary.’
««•»»

Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dan mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada di dalam Taurat. Lalu Allah mengangkat bukit Tur ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya supaya mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada Kitab Taurat itu.

Isi perjanjian tersebut ialah perintah Allah kepada mereka, "Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkanlah hukum-hukum yang termaktub di dalamnya".

Ayat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum-hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Sudah sepatutnya ia pada hari kiamat dikumpulkan dalam keadaan buta. Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan.

Allah swt. berfirman:
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا  •  قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى
Berkatalah ia, "Ya Tuhanku! Mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman, "Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini, kamupun dilupakan (tidak diperdulikan)".
(QS Thaaha [20]:125-126)

Apabila seseorang mengingkari syariat dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai bekas (pengaruh) apa-apa pada jiwanya. Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapatlah dikatakan bahwa orang-orang yang hanya melagu-lagukan Alquran mereka tidak mendapat manfaat dari Alquran itu.

Maksud menuruti kitab-kitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu.

Kemudian Allah memerintahkan agar mereka berpegang teguh kepada Al Kitab itu dan selalu mempelajarinya dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan) ingatlah (ketika Kami mengambil ikrar darimu) yakni ikrar bahwa kamu akan melakukan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Taurat. (dan) sesungguhnya (Kami angkat gunung Thursina ke atasmu) artinya Kami cabut dari dasarnya untuk ditimpakan kepadamu, yakni tatkala kamu tidak mau berikrar seraya Kami berfirman, ("Peganglah dengan teguh apa yang Kami berikan kepadamu ini!) maksudnya secara giat dan sungguh-sungguh (dan ingatlah baik-baik apa yang ada di dalamnya) yakni dengan mengamalkannya (agar kamu termasuk orang-orang yang bertakwa.") Artinya terpelihara dirimu dari api neraka dan perbuatan durhaka.
««•»»
And, mention, when We made a covenant with you, your pledge to act according to what is in the Torah, and We, had, raised above you the Mount, which We uprooted from the earth [and placed] above you when you refused to accept it [sc. the Torah], and We said, ‘Take forcefully, seriously and with effort, what We have given you, and remember what is in it, acting in accordance with it, so that you might preserve yourselves’, from the Fire or acts of disobedience.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 62]•[AYAT 64]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
63of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=63&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:63


[002] Al Baqarah Ayat 062

««•»»
Surah Al Baqarah 62

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

««•»»
inna alladziina aamanuu waalladziina haaduu waalnnashaaraa waalshshaabi-iina man aamana biallaahi waalyawmi al-aakhiri wa'amila shaalihan falahum ajruhum 'inda rabbihim walaa khawfun 'alayhim walaa hum yahzanuuna
««•»»
sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin {56}, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah {57}, hari kemudian dan beramal saleh  {58}, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
{56} Shabiin ialah orang-orang yang mengikuti syari`at nabi-nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa.
{57} Orang-orang mukmin begitu pula orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin yang beriman kepada Allah Termasuk iman kepada Muhammad s.a.w., percaya kepada hari akhirat dan mengerjakan amalan yang saleh, mereka mendapat pahala dari Allah.
{58} Ialah perbuatan yang baik yang diperintahkan oleh agama Islam, baik yang berhubungan dengan agama atau tidak.
««•»»
Indeed the faithful, the Jews, the Christians, and the Sabaeans —those of them who have faith in Allah and the Last Day and act righteously— they shall have their reward near their Lord, and they will have no fear, nor will they grieve.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan tiap-tiap umat atau bangsa yang benar-benar berpegang kepada ajaran nabi-nabi mereka serta beramal saleh, mereka akan mendapat ganjaran di sisi Allah karena rahmat dan magfirah Tuhan selalu terbuka untuk seluruh hamba-hamba-Nya untuk orang-orang Yahudi atau pun untuk lain-lainnya. Tetapi bila mana ia beriman dan bertobat, niscaya Allah mengampuninya dan memberikan ganjaran kepadanya di dunia dan di akhirat.

Yang dimaksud dengan "orang-orang yang mukmin" dalam ayat ini ialah orang yang mengaku beriman kepada Muhammad Rasulullah saw. dan menerima segala yang diajarkan oleh beliau sebagai suatu kebenaran dari sisi Allah. Pengertian beriman ialah seperti yang dijelaskan Rasul saw. sewaktu Jibril a.s. menemui beliau.

Beliau berkata,
أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
Agar/hendaknya kamu beriman kepada Allah. malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan kamu percaya pada hari kiamat dan qadar baik atau buruk.
(HR Ibnu Majah dari Umar ra)

Dan yang dimaksud orang Yahudi, ialah semua orang yang memeluk agama Yahudi. Mereka dinamakan Yahudi karena kebanyakan mereka dari keturunan Yahudi, salah seorang keturunan Yakub (Israel). Yang dimaksud orang-orang Nasrani ialah orang-orang yang menganut agama Nasrani. Kata Nasrani diambil dari nama suatu daerah Nasirah (Nazareth) di Palestina tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan Siti Maryam. Yang dimaksud orang Sabiin di sini ialah orang-orang yang mengakui keesaan Allah, beriman kepadanya tapi mereka tidak menganut agama Yahudi atau pun Nasrani. Siapa saja di antara ketiga golongan di atas yang hidup pada waktu sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw benar-benar beragama menurut agama mereka, membenarkan dengan sepenuh hati akan adanya Allah dan hari kiamat, mengamalkan segala tuntutan syariat agamanya, mereka mendapat pahala dari sisi Allah swt.

Sesudah kedatangan Nabi Muhammad saw. seluruh umat manusia, diwajibkan beriman kepadanya dan segala ajaran-ajaran yang dibawanya yakni dengan menganut Islam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman) kepada para nabi di masa lalu (dan orang-orang Yahudi) (orang-orang Kristen dan orang-orang Shabiin) yakni segolongan dari orang-orang Yahudi atau Nasrani (siapa saja yang beriman) di antara mereka (kepada Allah dan hari akhir) di masa nabi kita (serta mengerjakan amal saleh) yaitu syariatnya (mereka akan memperoleh pahala) sebagai ganjaran dari amal perbuatan mereka itu (di sisi Tuhan mereka, tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita). Dhamir atau kata ganti orang pada `aamana`, `amila` dan sesudahnya hendaklah diartikan secara umum atau siapa saja.
««•»»
Surely those who believe, [who believed] before, in the prophets, and those of Jewry, the Jews, and the Christians, and the Sabaeans, a Christian or Jewish sect, whoever, from among them, believes in God and the Last Day, in the time of our Prophet, and performs righteous deeds, according to the Law given to him — their wage, that is, the reward for their deeds, is with their Lord, and no fear shall befall them, neither shall they grieve (the [singular] person of the verbs āmana, ‘believes’, and ‘amila, ‘performs’, takes account of the [singular] form of man, ‘whoever’, but in what comes afterwards [of the plural pronouns] its [plural] meaning [is taken into account]).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Adani dalam Musnadnya, dari jalur Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, Kata Salman, "Saya tanyakan kepada Nabi saw. tentang penganut-penganut agama yang saya anut dulu, dan saya sebutkan tentang salat dan ibadah mereka, maka turunlah ayat. 'Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang Yahudi...' sampai dengan akhir ayat." Diketengahkan oleh Wahidi dari jalur Abdullah bin Katsir dari Mujahid, katanya, "Tatkala dikisahkan oleh Salman kepada Rasulullah saw. riwayat sahabat-sahabatnya, maka jawabnya, 'Mereka dalam neraka.' Kata Salman, 'Bumi terasa gelap olehku (karena jawaban itu)', maka turunlah ayat, 'Sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang Yahudi...' sampai dengan '...berdukacita.'
(Q.S. Al-Baqarah 62)
Kata Salman pula, 'Maka seolah-olah lenyaplah semua beban yang menggunung dariku'." Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, dari Sadiy katanya, "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat-sahabat Salman Al-Farisi."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 61]•[AYAT 63]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
62of286
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=2&tAyahNo=62&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#2:62